WORLD
WIDE WEB
1.
World
Wide Web (WWW)
World
Wide Web, biasa lebih terkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang
informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource
Identifier (URI) untuk mengenal pasti sumber daya yang berguna. WWW sering
dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia
hanyalah bagian daripada Internet.
WWW
merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk
menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian
yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses
informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa
gambar, suara, video dan animasi.
2.
Sejarah
World Wide Web
Sistem
informasi global saling terhubung yang dibayangkan Tim Berners-Lee terwujud
pada paruh akhir 1980-an. Pada tahun 1985, Internet global mulai berkembang di
Eropa dan Domain Name System/DNS (dasar Uniform Resource Locator/URL)
dilahirkan. Tahun 1988, IP antara Eropa dan Amerika Utara tersambung secara
langsung untuk pertama kalinya dan Berners-Lee mulai membahas potensi sistem
jejaring (web) di CERN. Tanggal 12 Maret 1989, Berners-Lee mengirim sebuah
proposal berjudul "Information Management: A Proposal" kepada dewan manajemen
CERN. Ia mengusulkan sistem bernama "Mesh" yang menggunakan ENQUIRE,
proyek pangkalan data dan perangkat lunak yang ia buat pada tahun 1980.
Proposalnya mencantumkan istilah "web" dan menjelaskan sistem
manajemen informasi berbasis tautan yang tertanam di dalam teks biasa:
"Bayangkan semua referensi dokumen ini tertaut dengan alamat jaringan
halaman yang dikandungnya. Jadi, saat membaca dokumen ini, Anda bisa mengakses
referensinya dengan sekali klik." Katanya, sistem seperti itu sudah ada
sebutannya, hypertext, istilah yang diciptakannya pada tahun 1950-an. Menurut
proposal tersebut, tautan hiperteks seharusnya bisa mencakup semua dokumen
multimedia, termasuk grafis, suara, dan video, sehingga Berners-Lee mengadopsi
istilah hypermedia.
Dengan
bantuan rekannya sekaligus pegiat hiperteks, Robert Cailliau, Berners-Lee
merilis proposal resmi pada 12 November 1990 untuk membangun sebuah
"proyek hiperteks" bernama "WorldWideWeb" (satu kata)
sebagai "jejaring dokumen-dokumen hiperteks" yang dibaca menggunakan
"peramban" menggunakan arsitektur klien–server. Waktu itu, HTML dan
HTTP sudah dikembangkan selama dua bulan dan peladen web pertama akan diuji
satu bulan kemudian. Proposal tersebut memperkirakan bahwa tampilan web
(read-only) akan dikembangkan dalam kurun tiga bulan. Mereka butuh enam bulan
untuk membangun teknologi yang memungkinkan "pembuatan tautan dan materi
baru oleh pembaca agar kesempatan menulis terbuka selebar-lebarnya"
sekaligus "pemberitahuan otomatis kepada pembaca setiap kali ada materi baru
yang menarik bagi mereka". Meski target tampilan web tercapai, target
kesempatan menulis konten dicapai dalam waktu yang lama (konsep wiki, WebDAV,
blog, Web 2.0, dan RSS/Atom).
Proposal
WWW dirancang menyerupai pembaca SGML, Dynatext, yang dibuat oleh Electronic
Book Technology, pecahan Institute for Research in Information and Scholarship
di Universitas Brown. Sistem Dynatext yang dilisensi CERN berperan penting
dalam system, licensed by CERN, was a key player in the extension of SGML ISO
8879:1986 to Hypermedia within HyTime, tetapi dinilai terlalu mahal dan
kebijakan lisensinya tidak cocok bagi kalangan fisikawan di bidang energi
tinggi karena setiap dokumen dan perubahan dokumen dipatok tarif. Berners-Lee
menggunakan NeXT Computer sebagai peladen web pertama di dunia dan alat untuk
menulis program peramban web pertama, WorldWideWeb, pada tahun 1990. Pada Natal
1990, Berners-Lee telah membangun semua perangkat yang diperlukan untuk operasi
web: peramban web pertama (sekaligus penyunting web) dan peladen web pertama.
Situs web pertama yang berisi penjelasan proyek WWW diterbitkan pada 20
Desember 1990.
Halaman
web pertama diduga hilang, tetapi Paul Jones dari UNC-Chapel Hill di North
Carolina mengatakan pada Mei 2013 bahwa Berners-Lee pernah menunjukkan halaman
web tertua saat berkunjung ke UNC tahun 1991. Jones menyimpannya di sebuah
penggerak magnet optik dan komputer NeXT miliknya. Pada 6 Agustus 1991,
Berners-Lee menerbitkan ringkasan proyek World Wide Web di milis alt.hypertext.
Orang sering salah mengira tanggal ini sebagai tanggal peresmian peladen web
pertama untuk publik, padahal diresmikan beberapa bulan sebelumnya. Contoh
salah kaprah lainnya adalah sejumlah kantor berita melaporkan bahwa foto
pertama di Web diterbitkan oleh Berners-Lee pada tahun 1992, foto band Les
Horribles Cernettes di CERN yang diambil oleh Silvano de Gennaro; Gennaro
membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa media "memelintir sejarah
kami demi artikel sensasional murahan".
Server
pertama di luar Eropa dipasang di Stanford Linear Accelerator Center (SLAC),
Palo Alto, California, untuk menaungi pangkalan data SPIRES-HEP. Tanggal
dipasangnya tidak diketahui pasti. World Wide Web Consortium mencantumkan
Desember 1992, sedangkan SLAC sendiri mengklaim Desember 1991, demikian pula
dokumen A Little History of the World Wide Web yang diterbitkan W3C. Konsep
dasar hiperteks berasal dari proyek-proyek sebelumnya pada tahun 1960-an,
antara lain Hypertext Editing System (HES) di Universitas Brown, Project Xanadu
yang dirintis Ted Nelson, dan oN-Line System (NLS) yang dirintis Douglas
Engelbart. Nelson dan Engelbart sama-sama terinspirasi oleh memex berbasis
mikrofilm yang dijelaskan oleh Vannevar Bush dalam esai "As We May
Think" (1945).
Terobosan
terbesar Berners-Lee adalah memadukan hiperteks dengan Internet. Dalam bukunya,
Weaving The Web, ia menceritakan bahwa ia berkali-kali mengatakan kepada
komunitas hiperteks dan Internet bahwa kedua teknologi ini bisa dipadukan.
Namun, karena tidak ada yang mau menerima tantangannya, ia melanjutkan sendiri
proyeknya. Ia mengembangkan tiga teknologi utama:
- Sistem pengidentifikasi unik global untuk sumber-sumber di web dan tempat lain bernama pengidentifikasi dokumen universal (UDI), kelak berganti nama menjadi lokator sumber seragam (URL) dan pengidentifikasi sumber seragam (URI);
- Bahasa tampilan Bahasa Markah Hiperteks (HTML);
- Protokol Transfer Hiperteks (HTTP).
World
Wide Web jauh berbeda dengan sistem hiperteks lainnya yang sudah ada waktu itu.
Web hanya memerlukan tautan searah (unidirectional). Jadi, seseorang bisa
membuat tautan ke sumber lain tanpa campur tangan pemilik sumbernya. Tautan
searah mengurangi beban pembangunan peladen dan peramban web, tetapi menjadi
sumber masalah kronis baru bernama link rot (tautan putus). Berbeda dengan pendahulu-pendahulunya
seperti HyperCard, World Wide Web bebas hak milik (non-proprietary) sehingga
orang-orang bisa membangun server dan klien secara terpisah dan menambahkan
ekstensi tanpa lisensi. Pada 30 April 1993, CERN mengumumkan bahwa World Wide
Web dapat diakses gratis oleh siapa saja tanpa tarif apapun.[22] Dua bulan usai
pengumuman berakhirnya masa gratis protokol Gopher, pengguna langsung beralih
dari Gopher ke Web. Peramban web awal yang populer waktu itu adalah ViolaWWW di
sistem operasi Unix dan X Window System.
3.
Web
1.0, 2.0, dan 3.0
Web
adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna
diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier
(URI). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan
memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah
Read.
Lalu,
tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri
komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga
merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan
platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan
orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium
untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi
terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu,
pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas daring besar yang
menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan
letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
- Perilaku pengguna Membaca Menulis
- Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
- Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
- Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
- Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
- Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
- Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
- Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
- Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
Yang
menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web
1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam situs web
tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0
memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu situs web tanpa harus
berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan
aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya
aplikasi desktop.
Selanjutnya
adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada
yang namanya Web 3.0.Konsep ini dapat diandaikan sebuah situs web sebagai
sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Aplikasi – aplikasi
daring dalam situs web dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini
dimulai dengan adanya web service.
Di
web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan
dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan
kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah
seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah
mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi
di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS
dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat
seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju
dunia yang lebih maju.
Saat
ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia
seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada
yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan yang
potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan
kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak
enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis
3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan
tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi
jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan,
mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis
teknologi Web 3.0 masih harus menarik napas penjang. Namun karena Web 3.0
sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai
masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam
hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga
terjangkau bagi masyarakat luas.
Web 1.0
Merupakan
teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet
karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Situs
web yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk
pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai
Situs web seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com”
dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Web 2.0
Web
2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada
tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi
dan sharing informasi secara daring. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat
didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri
komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan
merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai
keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah:
Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih
banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti
jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”)
merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para
pengguna Web.
Pada
umumnya, Situs web yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki
fitur-fitur sebagai berikut:
- CSS (Cascading Style Sheets)
- Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
- Markup XHTML
- Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
- URL yang valid
- Folksonomies
- Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Situs web
- XML Web-Service API
Web 3.0 / Semantic Web
Walaupun
masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap
berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi
untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile
sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand. Namun,
menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara
baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan
dari data daring.
Berdasarkan
definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki
tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya
diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di
dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat
lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak
akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang
lebih mudah.
Pembuatan
Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi
oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun
Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Mungkin
ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0:
- Transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
- Ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
- Network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing.
- Open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
- Open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
- The intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement- based datastores.
- Distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
- Intelligent applications.
4.
Hypertext
Transfer Protocol (HTTP)
HTTP adalah suatu metode
yang digunakan untuk transfer suatu informasi melalui world wide web. Didesign
untuk memberikan cara untuk mempublikasikan dan mengambil halaman HTML. Pengembangan
HTTP dikoordinir oleh World Wide Web Concortium berkolaborasi dengan Internet
Engineering Task Force, menghasilkan RFC 2616 yang berisikan tentang HTTP/1.1.
HTTP
merupakan protokol yang digunakan untuk request/respon antara client dan
server. Bentuk dari client adalah web browser, spider atau bentuk lainnya yang
direferensi sebagai user agent. Dan tujuan server, dimana menyimpan atau
membuat sumber daya seperti file HTML dan file gambar, disebut origin server.
Diantara server dan client bisa terdapat penghubung (intermediate) antara lain
proxy, gateway atau tunnel.
HTTP
client memulai requestnya dengan menggunakan TCP sebagai layer transportnya
dengan mengakses port 80 pada server. Sumber daya yang diakses melalui HTTP disebut
Uniform Resource Identifiers (URI) dengan mengakses suatu Uniform Resource
Locators (URL).
4.1. Request Message
Pesan
request terdiri dari :
- Request line, seperti GET / images/logo.gif HTTP/1.1, dimana artinya mengakses file logi.gif pada direktori images.
- Header, seperti Accept-Language : en
- Baris kosong
- Pilihan badan pesan.
Request
line dan header diikuti dengan CRLF (Carriage Return yang diikuti dengan Line
Feed).
4.2. Request Method
HTTP
mendifinisikan 8 metode yaitu :
- HEAD: Meminta respon yang mirip dengan GET hanya saja tanpa dilanjutkan dengan badan pesan. Metode ini digunakan untuk mengambil informasi meta.
- GET: Meminta sumber daya yang spesifik, dan digunakan untuk mengakses halaman web.
- POST: Mensubmit suatu data untuk diproses. Data dimasukkan kedalam badan pesan.
- PUT: Melakukan upload suatu resource ke suatu site.
- DELETE: Menghapus suatu resource.
- TRACE: Melakukan echo back terhadap suatu resource, sehingga client dapat melihat intermediate yang ada.
- OPTIONS: Mengembalikan metode HTTP dari server, digunakan untuk melihat resource dari suatu web server.
- CONNECT: Digunakan untuk proxy apabila mengakses suatu site yang mendukung SSL.
Safe Methods
Metode
yang didefiniskan safe antara lain GET dan HEAD, digunakan hanya untuk
pengambilan data dan tanpa melakukan perubahan disisi server. Metode yang
didefinisikan unsafe antara lain POST, PUT dan DELETE, harus ditampilkan kepada
pengguna dengan cara yang khusus, biasanya dalam bentuk tombol dan bukan link,
dan dapat membuat pengguna lebih memperhatikan data yang akan dikirimkan.
4.3. Versi HTTP
HTTP
berkembang mengikuti perkembangan perangkat lunak. Sehingga versi yang pernah
digunakan adalah :
- HTTP/0.9: Kadaluwarsa dan hanya mendukung metode GET
- HTTP/1.0: Protokol yang digunakan pertama kali digunakan
- HTTP/1.1: Versi yang sekarang digunakan dengan mendukung persistent connection dan bekerja dengan proxy.
- HTTP/1.2: Versi yang akan datang, sedang dikembangkan oleh W3C dan akan digunakan sebagai HTTP Extension Framework.
5. Web Browser
Web
browser adalah aplikasi perangkat lunak yang membantu pengguna untuk dapat
melakukan interaksi dengan tulisan, gambar dan informasi lainnya yang terdapat
di suatu halaman web pada suatu website pada World Wide Web. Tulisan dan gambar
dapat berupa hyperlink pada halaman lain pada website yang sama atau berbeda.
Web
browser terdapat di personal computer dengan aplikasi Microsoft Internet
Explorer, Mozilla Firefox, Appe Safari, Netscape dan Opera (rangking menurut
survey 2006). Web browser merupakan HTTP user agent.
Web Browser berkomunikasi
dengan menggunakan protokol HTTP pada suatu URL. Kebanyakan browser sudah
mendukung protokol lainnya seperti FTP (File Transfer Protocol), RTSP (Real
Time Streaming Protocol) dan HTTPS (Versi HTTP yang mendukung enkripsi SSL).
6.
Web
Server
Pengertian web server
dapat diartikan sebagai berikut :
- Komputer yang memiliki tanggung jawab untuk menerima HTTP request dari client, yang biasanya menggunakan web browser dan melayani dalam bentuk halaman web, dimana biasanya berupa dokumen HTML dan objek link seperti gambar dll.
- Program komputer yang melayani HTTP.
Referensi:
http://nurasiah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/37091/World+Wide+Web+%28WWW%29.pdf diakses 10 Mei 2019
http://dhoto.lecturer.pens.ac.id/publications/book/2014/Dhoto-JaringanKomputer1.pdf diakses 16 Mei 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/World_Wide_Web#Web_1.0,_2.0,_dan_3.0
diakses 10 Mei 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Transfer_Hiperteks diakses 16 Mei 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar