Sabtu, 25 Mei 2019

WORLD WIDE WEB


WORLD WIDE WEB

1.                  World Wide Web (WWW)
World Wide Web, biasa lebih terkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI) untuk mengenal pasti sumber daya yang berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada Internet.
WWW merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.

2.                  Sejarah World Wide Web
Sistem informasi global saling terhubung yang dibayangkan Tim Berners-Lee terwujud pada paruh akhir 1980-an. Pada tahun 1985, Internet global mulai berkembang di Eropa dan Domain Name System/DNS (dasar Uniform Resource Locator/URL) dilahirkan. Tahun 1988, IP antara Eropa dan Amerika Utara tersambung secara langsung untuk pertama kalinya dan Berners-Lee mulai membahas potensi sistem jejaring (web) di CERN. Tanggal 12 Maret 1989, Berners-Lee mengirim sebuah proposal berjudul "Information Management: A Proposal" kepada dewan manajemen CERN. Ia mengusulkan sistem bernama "Mesh" yang menggunakan ENQUIRE, proyek pangkalan data dan perangkat lunak yang ia buat pada tahun 1980. Proposalnya mencantumkan istilah "web" dan menjelaskan sistem manajemen informasi berbasis tautan yang tertanam di dalam teks biasa: "Bayangkan semua referensi dokumen ini tertaut dengan alamat jaringan halaman yang dikandungnya. Jadi, saat membaca dokumen ini, Anda bisa mengakses referensinya dengan sekali klik." Katanya, sistem seperti itu sudah ada sebutannya, hypertext, istilah yang diciptakannya pada tahun 1950-an. Menurut proposal tersebut, tautan hiperteks seharusnya bisa mencakup semua dokumen multimedia, termasuk grafis, suara, dan video, sehingga Berners-Lee mengadopsi istilah hypermedia.
Dengan bantuan rekannya sekaligus pegiat hiperteks, Robert Cailliau, Berners-Lee merilis proposal resmi pada 12 November 1990 untuk membangun sebuah "proyek hiperteks" bernama "WorldWideWeb" (satu kata) sebagai "jejaring dokumen-dokumen hiperteks" yang dibaca menggunakan "peramban" menggunakan arsitektur klien–server. Waktu itu, HTML dan HTTP sudah dikembangkan selama dua bulan dan peladen web pertama akan diuji satu bulan kemudian. Proposal tersebut memperkirakan bahwa tampilan web (read-only) akan dikembangkan dalam kurun tiga bulan. Mereka butuh enam bulan untuk membangun teknologi yang memungkinkan "pembuatan tautan dan materi baru oleh pembaca agar kesempatan menulis terbuka selebar-lebarnya" sekaligus "pemberitahuan otomatis kepada pembaca setiap kali ada materi baru yang menarik bagi mereka". Meski target tampilan web tercapai, target kesempatan menulis konten dicapai dalam waktu yang lama (konsep wiki, WebDAV, blog, Web 2.0, dan RSS/Atom).
Proposal WWW dirancang menyerupai pembaca SGML, Dynatext, yang dibuat oleh Electronic Book Technology, pecahan Institute for Research in Information and Scholarship di Universitas Brown. Sistem Dynatext yang dilisensi CERN berperan penting dalam system, licensed by CERN, was a key player in the extension of SGML ISO 8879:1986 to Hypermedia within HyTime, tetapi dinilai terlalu mahal dan kebijakan lisensinya tidak cocok bagi kalangan fisikawan di bidang energi tinggi karena setiap dokumen dan perubahan dokumen dipatok tarif. Berners-Lee menggunakan NeXT Computer sebagai peladen web pertama di dunia dan alat untuk menulis program peramban web pertama, WorldWideWeb, pada tahun 1990. Pada Natal 1990, Berners-Lee telah membangun semua perangkat yang diperlukan untuk operasi web: peramban web pertama (sekaligus penyunting web) dan peladen web pertama. Situs web pertama yang berisi penjelasan proyek WWW diterbitkan pada 20 Desember 1990.
Halaman web pertama diduga hilang, tetapi Paul Jones dari UNC-Chapel Hill di North Carolina mengatakan pada Mei 2013 bahwa Berners-Lee pernah menunjukkan halaman web tertua saat berkunjung ke UNC tahun 1991. Jones menyimpannya di sebuah penggerak magnet optik dan komputer NeXT miliknya. Pada 6 Agustus 1991, Berners-Lee menerbitkan ringkasan proyek World Wide Web di milis alt.hypertext. Orang sering salah mengira tanggal ini sebagai tanggal peresmian peladen web pertama untuk publik, padahal diresmikan beberapa bulan sebelumnya. Contoh salah kaprah lainnya adalah sejumlah kantor berita melaporkan bahwa foto pertama di Web diterbitkan oleh Berners-Lee pada tahun 1992, foto band Les Horribles Cernettes di CERN yang diambil oleh Silvano de Gennaro; Gennaro membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa media "memelintir sejarah kami demi artikel sensasional murahan".
Server pertama di luar Eropa dipasang di Stanford Linear Accelerator Center (SLAC), Palo Alto, California, untuk menaungi pangkalan data SPIRES-HEP. Tanggal dipasangnya tidak diketahui pasti. World Wide Web Consortium mencantumkan Desember 1992, sedangkan SLAC sendiri mengklaim Desember 1991, demikian pula dokumen A Little History of the World Wide Web yang diterbitkan W3C. Konsep dasar hiperteks berasal dari proyek-proyek sebelumnya pada tahun 1960-an, antara lain Hypertext Editing System (HES) di Universitas Brown, Project Xanadu yang dirintis Ted Nelson, dan oN-Line System (NLS) yang dirintis Douglas Engelbart. Nelson dan Engelbart sama-sama terinspirasi oleh memex berbasis mikrofilm yang dijelaskan oleh Vannevar Bush dalam esai "As We May Think" (1945).
Terobosan terbesar Berners-Lee adalah memadukan hiperteks dengan Internet. Dalam bukunya, Weaving The Web, ia menceritakan bahwa ia berkali-kali mengatakan kepada komunitas hiperteks dan Internet bahwa kedua teknologi ini bisa dipadukan. Namun, karena tidak ada yang mau menerima tantangannya, ia melanjutkan sendiri proyeknya. Ia mengembangkan tiga teknologi utama:
  • Sistem pengidentifikasi unik global untuk sumber-sumber di web dan tempat lain bernama pengidentifikasi dokumen universal (UDI), kelak berganti nama menjadi lokator sumber seragam (URL) dan pengidentifikasi sumber seragam (URI);
  • Bahasa tampilan Bahasa Markah Hiperteks (HTML);
  • Protokol Transfer Hiperteks (HTTP).

World Wide Web jauh berbeda dengan sistem hiperteks lainnya yang sudah ada waktu itu. Web hanya memerlukan tautan searah (unidirectional). Jadi, seseorang bisa membuat tautan ke sumber lain tanpa campur tangan pemilik sumbernya. Tautan searah mengurangi beban pembangunan peladen dan peramban web, tetapi menjadi sumber masalah kronis baru bernama link rot (tautan putus). Berbeda dengan pendahulu-pendahulunya seperti HyperCard, World Wide Web bebas hak milik (non-proprietary) sehingga orang-orang bisa membangun server dan klien secara terpisah dan menambahkan ekstensi tanpa lisensi. Pada 30 April 1993, CERN mengumumkan bahwa World Wide Web dapat diakses gratis oleh siapa saja tanpa tarif apapun.[22] Dua bulan usai pengumuman berakhirnya masa gratis protokol Gopher, pengguna langsung beralih dari Gopher ke Web. Peramban web awal yang populer waktu itu adalah ViolaWWW di sistem operasi Unix dan X Window System.

3.                  Web 1.0, 2.0, dan 3.0
Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas daring besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
  • Perilaku pengguna Membaca Menulis
  • Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
  • Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
  • Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
  • Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
  • Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
  • Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
  • Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
  • Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna

Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam situs web tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu situs web tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0.Konsep ini dapat diandaikan sebuah situs web sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Aplikasi – aplikasi daring dalam situs web dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service.
Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik napas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.

Web 1.0
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Situs web yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Situs web seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.

Web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara daring. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Pada umumnya, Situs web yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
  • CSS (Cascading Style Sheets)
  • Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
  • Markup XHTML
  • Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
  • URL yang valid
  • Folksonomies
  • Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Situs web
  • XML Web-Service API

Web 3.0 / Semantic Web
Walaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data daring.
Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah.
Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0:
  • Transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
  • Ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
  • Network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing.
  • Open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
  • Open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
  • The intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement- based datastores.
  • Distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
  • Intelligent applications.

4.                  Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
HTTP adalah suatu metode yang digunakan untuk transfer suatu informasi melalui world wide web. Didesign untuk memberikan cara untuk mempublikasikan dan mengambil halaman HTML. Pengembangan HTTP dikoordinir oleh World Wide Web Concortium berkolaborasi dengan Internet Engineering Task Force, menghasilkan RFC 2616 yang berisikan tentang HTTP/1.1.
HTTP merupakan protokol yang digunakan untuk request/respon antara client dan server. Bentuk dari client adalah web browser, spider atau bentuk lainnya yang direferensi sebagai user agent. Dan tujuan server, dimana menyimpan atau membuat sumber daya seperti file HTML dan file gambar, disebut origin server. Diantara server dan client bisa terdapat penghubung (intermediate) antara lain proxy, gateway atau tunnel.
HTTP client memulai requestnya dengan menggunakan TCP sebagai layer transportnya dengan mengakses port 80 pada server. Sumber daya yang diakses melalui HTTP disebut Uniform Resource Identifiers (URI) dengan mengakses suatu Uniform Resource Locators (URL).

4.1. Request Message
Pesan request terdiri dari :
  • Request line, seperti GET / images/logo.gif HTTP/1.1, dimana artinya mengakses file logi.gif pada direktori images.
  • Header, seperti Accept-Language : en
  • Baris kosong
  • Pilihan badan pesan.
Request line dan header diikuti dengan CRLF (Carriage Return yang diikuti dengan Line Feed).

4.2. Request Method
HTTP mendifinisikan 8 metode yaitu :
  • HEAD: Meminta respon yang mirip dengan GET hanya saja tanpa dilanjutkan dengan badan pesan. Metode ini digunakan untuk mengambil informasi meta.
  • GET: Meminta sumber daya yang spesifik, dan digunakan untuk mengakses halaman web.
  • POST: Mensubmit suatu data untuk diproses. Data dimasukkan kedalam badan pesan.
  • PUT: Melakukan upload suatu resource ke suatu site.
  • DELETE: Menghapus suatu resource.
  • TRACE: Melakukan echo back terhadap suatu resource, sehingga client dapat melihat intermediate yang ada.
  • OPTIONS: Mengembalikan metode HTTP dari server, digunakan untuk melihat resource dari suatu web server.
  • CONNECT: Digunakan untuk proxy apabila mengakses suatu site yang mendukung SSL.

Safe Methods

Metode yang didefiniskan safe antara lain GET dan HEAD, digunakan hanya untuk pengambilan data dan tanpa melakukan perubahan disisi server. Metode yang didefinisikan unsafe antara lain POST, PUT dan DELETE, harus ditampilkan kepada pengguna dengan cara yang khusus, biasanya dalam bentuk tombol dan bukan link, dan dapat membuat pengguna lebih memperhatikan data yang akan dikirimkan.

4.3. Versi HTTP
HTTP berkembang mengikuti perkembangan perangkat lunak. Sehingga versi yang pernah digunakan adalah :
  • HTTP/0.9: Kadaluwarsa dan hanya mendukung metode GET
  • HTTP/1.0: Protokol yang digunakan pertama kali digunakan
  • HTTP/1.1: Versi yang sekarang digunakan dengan mendukung persistent connection dan bekerja dengan proxy.
  • HTTP/1.2: Versi yang akan datang, sedang dikembangkan oleh W3C dan akan digunakan sebagai HTTP Extension Framework.

5.      Web Browser
Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang membantu pengguna untuk dapat melakukan interaksi dengan tulisan, gambar dan informasi lainnya yang terdapat di suatu halaman web pada suatu website pada World Wide Web. Tulisan dan gambar dapat berupa hyperlink pada halaman lain pada website yang sama atau berbeda.
Web browser terdapat di personal computer dengan aplikasi Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, Appe Safari, Netscape dan Opera (rangking menurut survey 2006). Web browser merupakan HTTP user agent.
Web Browser berkomunikasi dengan menggunakan protokol HTTP pada suatu URL. Kebanyakan browser sudah mendukung protokol lainnya seperti FTP (File Transfer Protocol), RTSP (Real Time Streaming Protocol) dan HTTPS (Versi HTTP yang mendukung enkripsi SSL).

6.                  Web Server
Pengertian web server dapat diartikan sebagai berikut :
  • Komputer yang memiliki tanggung jawab untuk menerima HTTP request dari client, yang biasanya menggunakan web browser dan melayani dalam bentuk halaman web, dimana biasanya berupa dokumen HTML dan objek link seperti gambar dll.
  • Program komputer yang melayani HTTP.




Referensi:



WIRELESS APPLICATION PROTOCOL


WIRELESS APPLICATION PROTOCOL

1.                  WAP
Wireless Application Protocol disingkat WAP adalah sebuah protokol atau sebuah teknik messaging service yang memungkinkan untuk sebuah telepon genggam digital atau terminal mobile yang mempunyai fasilitas WAP, melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. WAP bukanlah sebuah entitas tunggal, namun sebuah kumpulan protokol dan spesifikasi. Situs internet ini harus merupakan situs dengan fasilitas WAP. WAP dipublikasikan oleh WAP Forum, ditemukan pertama kali oleh Ericsson pada tahun 1997.

2.                  Sejarah WAP
Awal kemunculan WAP dimulai oleh riset yang dilakukan Ericson pada tahun 1995 dengan mengembangkan protokol umum yang disebut Intelligent Terminal Transfer Protocol (ITTP) yang memungkinkan adanya nilai tambah pada handphone. Selama tahun 1996 dan 1997, Motorola, Nokia, dan Planet Unwired (sekarang Phone.Com) meluncurkan konsep serupa. Planet Unwired memperkenalkan Device Markup Language (HDML) dan Handheld Device Transport Protocol (HDTP) sama halnya dengan HTML yang digunakan pada www. HDML digunakan untuk memperlihatkan isi website atau sebagai user interface dan sangat sesuai digunakan untuk aplikasi wireless internet access dengan limit transfer data yang sangat kecil.
Pada bulan Maret tahun 1997 Nokia memperkenalkan Konsep Smart Messaging yang khusus dirancang untuk GSM. Dimana komunikasi antara handphone dengan internet dilakukan melalui SMS dan pemrograman bahasa yang disebut Tagged Text Markup Language (TTML) sama dengan HDML. Untuk membuat protokol yang sama, maka pada keempat perusahan tersebut sepakat membetuk forum WAP yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 1997, dimana tanggal tersebut dianggap sebagai awal kelahiran dari Protokol Wireless Aplication Protocol (WAP).
Untuk mengatur perkembangan WAP lebih lanjut dan bagaimana suatu aplikasi berjalan pada perangkat nirkabel, dibentuklah konsorsium WAP Forum Ltd. Rancangan pertama dari spesifikasi WAP 1.0 diluncurkan pada bulan April tahun 1998. konsekuensinya, WAP Forum membuka kesempatan bagi anggota baru untuk bergabung, pada Mei tahun 1999, 11 bulan setelah peluncuran spesifikasii WAP 1.0. versi komersial pertama dari WAP, yaitu WAP 1.1. telah dirampungkan. Jumlah anggota konsorsium ini terus bertambah.

3.                  Versi WAP
Ada beberapa versi WAP antara lain WAP 1.2.1 dan 2.0. WAP 1.2.1 hanya dapat menampilkan laman sederhana saja dibandingkan dengan WAP 2.0 yang mendukung bahasa xhtml dan gambar.
WAP sendiri terdiri dari 5 layer, yaitu:

1.      Wireless Application Environment (WAE)
Wireless Application Protocol (WAE) digunakan untuk interaksi aplikasi WAP/Web dan peralatan wireless yang berisikan mikrobrowser WAP.

2.      Wireless Session Protocol (WSP)
Wireless Session Protocol (WSP) memberikan aplikasi layer tingkat atas dari WAP dengan terdapat interface yang konsisten diantara dua sesi layanan, yang pertama adalah layanan mode-koneksi yang beroperasi diatas layer transaksi dan yang kedua adalah layanan tanpa koneksi yang beroperasi pada layanan transport.

3.      Wireless Transport Protocol (WTP)
Wireless transaction protocol didefinisikan sebagai protokol yang berorientasi pada transaksi yang ringan oleh karena itu sangat cocok sekali untuk diimplemantasikan dalam perangkat mobile dan beroperasi efisien pada jaringan wireless.

4.      Wireless Data Protocol (WDP)
Arsitektur Layer WAP memungkinkan service lain dan aplikasi untuk menggunakan WAP melalui sebuah interface

5.      Wireless Transport Layer Security (WTLS)
Wireless transport layer security di desain untuk kita dapatkan privasi, integrasi data dan otentikasi diantara dua aplikasi yang saling berkomunikasi.
Gambar 1 WAP Layer Architecture

4.                  Arsitektur WAP
Gambar 2 Arsitektur WAP

Mobile Client
Pada perangkat mobile pengguna (client) terdapat aplikasi micro browser yang memiliki kesamaan fungsi seperti Internet Explorer atau Netscape Navigator seperti di PC. Micro browser ini sering disebut sebagai user agent yang berfungsi untuk memanggil obyek (informasi) dari server kemudian menampilkannya pada perangkat mobile. User agent ini bisa berbeda-beda sesuai dengan rancangan dari vendor yang menciptakan perangkat yang bersangkutan.

WAP Gateway
WAP Gateway berfungsi sebagai penerjemah informasi dari content server untuk ditampilkan pada perangkat mobile client serta sebaliknya. WAP Gateway disini dalam dunia GSM, adalah provider layanan jasa telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat atau Satelindo. Teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi antara handphone dengan WAP Gateway adalah GPRS (General Packet Radio Service).
WAP Gateway juga dapat berfungsi sebagai proxy. Fungsi WAP Gateway/Proxy antara lain dapat dijabarkan sebagai berikut:
  • Sebagai interface penghubung WAP protokol dengan protokol internet
  • Sebagai caches untuk header protokol yang memperkuat efisiensi transfer data
  • Caching content untuk file overload dari application server
  • Domain Name Server (DNS) dari client yang akan memetakan URL ke IP address tujuan
  • Sebagai security gateway dimana dilakukan autentikasi client/pengguna sebagai subscriber suatu layanan WAP
  • Sebagai billing support yang menjadi tempat informasi mengenai client yang melakukan pembayaran melalui mobile-commerce.


Origin Server atau Web Server
Origin server atau web server berfungsi sebagai sumber dokumen yang memproses permintaan dari gateway dan kemudian menjawabnya. Jawaban yang berupa CGI Script ini dikirimkan ke klien melalui gateway. Hasil konversi yang dilakukan oleh WAP gateway mampu memperkecil ukuran dari informasi yang akan dikirimkan ke klien.

5.                  Cara Kerja WAP
Cara kerja WAP hampir mirip dengan cara kerja internet saat ini. Dibutuhkan WAP gateway untuk menjembatani ponsel dengan internet dalam mengirim dan menerima data. Sama halnya dengan pengguna PC yang membutuhkan ISP (Internet Service Provider) sebagai gateway dalam menjembatani PC dengan internet. Syarat lainnya yang harus dipenuhi adalah ponsel yang digunakan harus WAP enabled, yaitu sudah dilengkapi dengan teknologi WAP yang digunakan untuk mengakses internet.
Terdapat tiga bagian utama dalam akses WAP, yaitu perangkat wireless yang mendukung WAP, WAP gateway sebagai perantara, dan web server sebagai sumber dokumen. Dokumen yang berada dalam web server dapat berupa dokumen HTML maupun WML. Dokumen WML khusus ditampilkan melalui browser dari perangkat WAP. Sedangkan dokumen HTML yang seharusnya ditampilkan melalui browser, sebelum dibaca melalui browser WAP diterjemahkan lebih dahulu oleh gateway agar dapat menyesuaikan dengan perangkat WAP. Jika seorang pengguna ponsel menginginkan melihat suatu halaman web dengan format HTML, gateway akan menerjemahkan halaman tersebut ke dalam format WML. Namun, meskipun dokumen HTML dapat saja diakses oleh ponsel, dokumen WML lebih ditujukan untuk layar ponsel yang kecil. Sehingga beberapa perusahaan telah mulai menyiapkan WAPsite disamping website yang sudah ada.
Seperti halnya menampilkan Internet dari web browser, untuk menampilkan WAP dibutuhkan WAP browser. Di dalam ketentuan ponsel, ini disebut sebagai microbrowser. Seperti halnya mengetikkan URL untuk mengakses website, kita juga akan melakukan hal yang sama untuk mengakses WAPsite di ponsel. Dengan mengakses web server melalui ISP dan login ke Internet, maka halaman WAP akan dikirim dan dimunculkan di layar ponsel. Bagi pengguna PC, juga disediakan browser emulator yang bisa digunakan untuk mengakses situs tersebut.

6.                  Perbedaan WAP dan WEB
Ditinjau secara teknis tentu saja ada berbagai perbedaan antara Internet (Word Wide Web, disingkat WEB) dengan mobile Internet (WAP). WAP lebih ditujukan untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau mereka yang banyak berpindah tempat, sementara WEB untuk mereka yang sedang diam. Oleh sebab itu WAP memakai gelombang radio sebagai media pertukaraan datanya, sementara WEB menggunakan kabel. Konektivitas modem ke jaringan telepon dalam WEB bersifat permanent/tetap karena menggunakan kabel, sedangkan konektivitas antara satu perangkat terminal data (yakni, telepon genggam) dengan perangkat WAP Gateway dalam WAP tidak bersifat permanent karena menggunakan gelombang radio.

WEB:
  • Mengunakan jaringan kabel tetap.
  • Komputer sebagai terminal data di sisi pengguna biasa digunakan dalam keadaan diam.
  • Kapasitas memori komputer sangat besar.
  • Ukuran layar display komputer sangat besar.
  • Pemrograman dalam bahasa HTML (Hypertext Mark-up Language).


WAP:
  • Menggunakan jaringan tanpa kabel (radio).
  • Telepon genggam sebagai terminal data di sisi pengguna biasa digunakan dalam keadaan bergerak.
  • Kapasitas memori telepon genggam sangatlah kecil.
  • Ukuran layar display telepon sangatlah kecil.
  • Pemrograman dalam bahasa WML (Wireless Mark-up Language).

Namun para pakar telah menemukan dua metode untuk mengatasi masalah konektivitas tersebut. Metode pertama, yang lebih sederhana dan lebih dulu muncul, dinamakan dengan CSD (Circuit Switch Data). Sedangkan metode kedua yang lebih mutakhir dikenal sebagai GPRS (General Packet Radio Service). Dengan metode CSD, transfer data dilakukan mirip seperti halnya transfer suara, tanpa ada perubahan data asli. Metode CSD ini, yang semula hanya mendukung kecepatan transfer 9.6 kbps, kini telah dikembangkan menjadi HSCSD (High Speed Circuit Switch Data) yang mempunyai kecepatan transfer 28.8 kbps, bahkan hingga 38.4 kbps.
Berbeda halnya dengan metode GPRS tidak dalam bentuk data asli tetapi dalam bentuk potongan-potongan kecil data yang disebut packet. Kecepatan transfer data dengan GPRS bias mencapai 57.6 kbps bahkan sampai 115 kbps.

7.                  Kekurangan dan Kelebihan WAP

Kelebihan WAP:
  • Tidak adanya kepemilikan metode dalam mengakses Internet dengan standar WAP baik pada isi maupun layanan.
  • Network yang independent karena WAP bekerja pada seluruh jaringan seluler yang ada, seperti CDPD, CDMA, GSM, PDC, PHS, TDMA, FLEX, ReFLEX, Iden, TETRA, DECT, Data TAC, Mebitex, dan jaringan selular masa depan yang saat ini sedang dikembangkan seperti GPRS dan 3G.
  • Metode WAP telah diadopsi oleh hamper 95% produsen telepon seluler di dunia dalam memanfaatkan wireless internet access dan sedang diimplementasikan pada semua frekuensi.
  • WAP suatu standar protocol dan aplikasinya, yakni WAP browser yang dapat digunakan pada seluruh sistem operasi terkenal termasuk Palm OS, EPOC, Windows SE, FLEXOS, OS/9, Java OS, dan sebagainya.
  • Dengan menggunakan teknologi GPRS, perhitungan akses dihitung berdasarkan jumlah bit yang terkoneksi yang harganya Rp. 20 per kilo byte.

Kekurangan WAP:
  • Konfigurasi telepon selular untuk service WAP masih termasuk sulit
  • Jumlah telepon selular yang mendukung WAP masih terhitung sedikit.
  • Protokol lain seperti SIM Application Toolkit dan MexE (Mobile Station Application Execution Envirovment) secara luas didukung dan didesain untuk bersaing dengan WAP.



Referensi:
lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/mobile/Pengantar%20Teknologi%20Mobile6.ppt diakses 10 Mei 2019

Minggu, 19 Mei 2019

TCP/IP


TCP/IP

1.      Protokol TCP/IP
Protokol   TCP/IP (Transmission  Control  Protocol/Internet  Protocol) merupakan  sekelompok  protokol jaringan yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubumg ke internet berkomunikasi dengan TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah.

2.      Arsitektur TCP/IP
Gambar 1 Perbedaan Model OSI dengan TCP/IP

Arsitektur   TCP/IP   tidaklah   berbasis   model   referensi   tujuh   lapis   OSI,   tetapi menggunakan    model   referensi  DARPA.   Seperti   diperlihatkan   dalam  diagram,  TCP/IP merngimplemenasikan  arsitektur  berlapis yang terdiri atas empat  lapis.  Empat  lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek  ARPANET yang dimulai oleh  Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
a.      Protokol Lapisan Application
Bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP),  Domain Name System (DNS),  Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi  stack protokol, seperti halnya  Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
b.      Protokol Lapisan Transport
Berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah  Transmission Control Protocol (TCP) dan  User Datagram Protocol (UDP).
c.       Protokol Lapisan Internet
Bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket- paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah  Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan  Internet Group Management Protocol (IGMP).
d.      Protokol Lapisan Network Access
Bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam  LAN (seperti halnya  Ethernet dan  Token Ring),  MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone  Network  (PSTN),  Integrated  Services  Digital  Network  (ISDN),  serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

3.      Layanan Pada TCP/IP
a.       Pengiriman file (File Transfer)
File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan user dapat mengirim atau menerima file dari komputer jaringan.
b.      Remote Login
Network Terminal Protokol (telnet). Memungkinkan user untuk melakukan login ke dalam suatu komputer di dalam jaringan.
c.       Computer Mail
Digunakan untuk menerapkan sistem e-mail, Protokol yang digunakan:
·         SMTP (Simple Mail Transport Protokol) untuk pengiriman email.
·         POP (Post Office Protokol) dan IMAP (Internet Message Access Control) untuk menerima email.
·         MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions) untuk mengirimkan data selain teks.
d.      Network File System (NFS)
Pelayanan akses file jarak jauh yang memungkinkan klien untuk mengakses file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan lokal.
e.       Remote Execution
Memungkinkan  user  untuk  menjalankan  suatu  program  dari  komputer  yang berbeda.
f.        Name Servers
Nama database alamat yang digunakan pada internet.
g.      IRC (Internet Relay Chat)
Memberikan layanan chat.
h.      Streaming (Layanan audio dan video)
Jenis  layanan  yang  langsung  mengolah  data  yang  diterima  tanpa  menunggu  mengolah dataselesai dikirim.

4.      Port TCP
Port TCP mampu mengindikasikan sebuah lokasi tertentu untuk menyampaikan segmen-segmen TCP yang dikirimkan yang diidentifikasi dengan TCP Port Number. Nomor- nomor di bawah angka 1024 merupakan port yang umum digunakan dan ditetapkan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority). Tabel berikut ini menyebutkan beberapa  port TCP yang telah umum digunakan.

Tabel 1 Port TCP
Nomor

TCP

Keterangan
20
File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran data)
21
File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran kontrol)
23
Simple Mail Transfer Protocol/SMTP yang digunakan untuk mengirim e-mail
25
Telnet
80
Hypertext Transfer Protocol/HTTP yang digunakan untuk World Wide Web.
110
Post Office Protocol 3/POP3 yang digunakan untuk menerima e-mail.
139
NetBIOS over TCP session service

5.      IP Address
5.1 IP Address Versi 4
Sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis   dapat   mengalamati   hingga   4   miliar   host   komputer   atau   lebih   tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai-nilai host yang dapat ditampung adalah 2564=4.294.967.296 host

5.2 IP Address Versi 6
Sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol  IP versi  6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4x1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 sebagai berikut: 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

6.      Pengalokasikan IP Address
Proses memilih Network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan.

6.1 Network ID
Bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjuk jaringan tempat komputer ini berada.

6.2 Host ID
Bagian dari IP Address yang digunakan untuk menunjuk workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut.
Gambar 2 Network & Host ID Pada Tiap Class IP Address

7.      Range IP Address

Tabel 2 Tabel Range IP Address
IP

Address

Class
High

Orders

Bits
Fist Octet

Address Range
Number Of Bits In

The Network

Address
Class A
0
0 – 126 (00000001 – 01111110)
8
Class B
10
128 – 191 (10000000 – 10111111)
16
Class C
110
192 – 223 (11000000 – 11011111)
24
Class D
1110
224 – 239 (11100000 – 11101111)
28
Class E
1111
240 – 255 (11110000 – 11111111)
32




Referensi:
wahyukr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9619/jarkom.pdf   diakses 4 Mei 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/Suit_protokol_internet  diakses 4 Mei 2019