Selasa, 23 April 2019

JARINGAN KOMUNIKASI NIRKABEL


JARINGAN KOMUNIKASI NIRKABEL

Hotspot
Hotspot merupakan tempat yang menyediakan akses internet menggunakan Wifi. Sebuah hotspot dibuat menggunakan perangkat yang dikenal sebagai jalur akses. Dalam penggunaan umum, baik hotspot dan jalur akses dapat berarti hal yang sama. Jalur akses biasanya sebuah perangkat yang terhubung ke router atau gateway, yang terhubung ke internet. Jalur akses memungkinkan berbagai perangkat untuk terhubung menggunakan Wifi dan memberikan mereka internet melalui router yang terhubung. Dalam router nirkabel modern, router dan jalur akses terintegrasi ke dalam satu perangkat tunggal.

WiFi
Wifi singkatan dari Wireless Fidelity, adalah teknologi komunikasi nirkabel yang digunakan untuk Local Area Network. Sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Untuk melakukan komunikasi nirkabel diperlukan sebuah router atau modem yang memiliki spesifikasi untuk melakukan komunikasi nirkabel.

DSL
Digital subscriber line (DSL) adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.
Cara kerja dari DSL adalah dengan mengubah data dari sinyal digital yang digunakan oleh komputer menjadi sebuah sinyal voltase dalam jangkauan frekuensi yang sessuai dan kemudian disalurkan ke jalur telepon. Berikut jenis-jenis DSL yang biasa digunakan:

1. ADSL
Asymmetric digital subscriber line (ADSL) adalah salah satu bentuk dari teknologi digital subscriber line. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, sehingga data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.

2. SDSL
Symmetric digital subscriber line (SDSL) mengacu ke teknologi digital subscriber line (DSL), yaitu teknologi untuk transmisi data digital melalui kabel tembaga dari jaringan telepon di mana bandwidth dari dan ke arah pelanggan adalah sama.

Perbedaan dari ADSL dan SDSL sendiri terdapat pada bandwidth download dan upload. SDSL sendiri akan membagi setengah bandwidth dari jaringan telepon untuk bandwidth download dan upload, sedangkan untuk ADSL akan membagi bandwidth telepon agar bandwidth download lebih besar dari upload.

CARA KERJA DARI JARINGAN KOMUNIKASI NIRKABEL
Jadi untuk mengakses internet dibutuhkan beberapa langkah, yaitu:
  1. Jasa penyedia jaringan telekomunikasi atau biasa disebut internet provider, akan mengirimkan data ke pengguna.
  2. Data yang telah diterima oleh router atau modem, akan diubah dari data digital menjadi data analog yang memiliki frekuensi, data tersebut akan dikirimkan dengan metode wireless.
  3. Sehingga data yang dikirimkan melalui WiFi akan menjadi hotspot bagi para pengguna yang memiliki perangkat yang telah dilengkapi dengan modul WiFi, dimana jarak dari hotspot ini tergantung dari jenis router yang digunakan.



Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi     diakses 20 April 2019

OSI LAYER


OSI LAYER

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sejarah Model OSI Layer
            Pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware yang membuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough
dsb. Akan tetapi timbul masalah setiap jaringan komputer menggunakan SNA tidak bisa dihubungkan ke produk SNA yang lain.
Menghadapi kenyataan ini, kemudian The International Standard Organization (ISO) pada sekitar tahun 1980-an, meluncurkan sebuah standar model referensi yang berisi cara kerja serangkaian protokol SNA. Model referensi ini selanjutnya dinamakan Open System Interconnection (OSI).
Model Referensi OSI terdiri dari 7 buah bagian (layer), yang masing – masing layer mempunyai tugas sendiri – sendiri. Dikarenakan OSI terdiri dari 7 macam layer, maka model referensi OSI seringkali disebut 7 OSI layer.

Model Layer OSI

Model OSI Layer

Lapisan OSI Layer
Lapisan Ke-
Nama Lapisan
Keterangan
7
Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6
Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5
Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3
Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1
Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Enkapsulasi OSI Layer
            Agar sebuah data dapat terkirim dengan baik perlu dilakukan enkapsulasi terhadap data tersebut. Enkapsulasi adalah sebuah proses menambahkan header dan trailer atau melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Bayangkan sebuah surat yang akan dikirim tetapi tanpa amplop, alamat dan perangko. Tentu saja surat tidak akan sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko adalah sama dengan enkapsulasi pada data.

Enkapsulasi 7 OSI Layer

Cara Kerja OSI Layer
Cara Kerja yang dimaksud adalah proses berjalannya sebuah data dari sumber ke tujuan melalui OSI layer. Jadi untuk mencapai tujuan sebuah data harus melalui lapisan-lapisan OSI terlebih dahulu.

Cara Kerja OSI Layer
Berikut akan dijelaskan bagaimana jalannya data dari host A menuju host B sesuai dengan nomor pada gambar.
1.      Pertama-tama data dibuat oleh Host A. Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambahkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga terjadi enkapsulasi sempurna).
2.      Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).
3.      Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.
4.      Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali ke layer 1/ phisycal layer.
5.      Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali ke layer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.
6.      Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (berlawanan dengan proses no 1 ). Setalah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B.


Referensi:
https://docs.google.com/file/d/0B32lth3c-L99Nmt0ZXQzNlVQSzg/edit                diakses 20 April 2019

https://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI                                                      diakses 20 April 2019