Selasa, 29 Maret 2016

Budaya dan Agama

Budaya dan Agama
Pendahuluan
Budaya dan agama merupakan dua hal yang dekat dengan masyarakat. Tetapi , keduanya  tidak bisa disatukan, karena keduanya memilik kedudukan tersendiri dan kedudukan agama lebih tinggi dari kedudukan budaya.Geertz mengakatan bahwa wahyu membentuk suatu struktur psikologis dalam benak manusia yang membentuk pandangan hidupnya, yang menjadi sarana individu atau kelompok individu yang mengarahkan tingkah laku mereka. Tetapi juga wahyu bukan saja menghasilkan budaya immaterial, tetapi juga dalam bentuk seni suara, ukiran, bangunan.
   Dapatlah disimpulkan bahwa budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.
Pengertian Agama dan budaya
         Kata agama berasal dari bahasa sansekerta yaitu berasal dari kata a (tidak) dan gama (kacau), yang bila digabungkan   menjadi sesuatu yang tidak kacau. Dan agama ini bertujuan untuk memelihara atau mengatur hubungan seseorang atau sekelompok orang terhadap realitas tertinggi yaitu Tuhan, sesama manusia dan alam sekitarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata agama berarti prinsip kepercayaan kepada Tuhan.
Kemudian mengenai pengertian budaya atau kebudayaan menurut Koentjara Ningrat  ialah berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Di dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: “budaya“ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.
Hubungan agama dan budaya
Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan yaitu, keduanya adalah sistem nilai(norma) dan sistem simbol(keberadaan) dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan, Baik budaya maupun agama.
Walaupun agama dan budaya saling berhubungan erat sebab keduanya mengatur kehidupan sosial dan saling memiliki keterkaitan, akan tetapi agama dan budaya harus dapat dibedakan. Perbedaan yang paling jelas yaitu agama merupakan suatu ajaran yang mengatur kehidupan yang berhubungan dengan Tuhan. Sedangkan budaya adalah suatu tatanan masyarakat yang diatur atau yang dibentuk oleh manusia itu sendiri demi kelangsungan bersama.

Kesimpulan:
Agama dan budaya sama-sama terikat oleh masyarakat. Tetapi keduanya tidak dapat disatukan, karena keduanya merupakan dua unsur yang berbeda, yaitu: agama berhubungan dengan tuhan dan budaya berhubungan dengan sesama masyarakat.

Sumber:
http://baihaqi-annizar.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-agama-dan-kebudayaan.html 

Kamis, 24 Maret 2016

Manusia dan keindahan

Manusia dan Keindahan

1. Pengertian Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya.
Keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Keindah merupakan sebuah perasaan yang muncul, ketika orang melihat sesuatu yang indah baginya dan yang membuat diri-nya merasa bahagia.
 
Pengertian keindahan dalam arti luas, yaitu:
1. keindahan dalam arti yang luas
2. keindahan dalam arti estetis mumi
3. keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penkeindahan
pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi
–       keindahan seni
 Rasa ketertarikan orang terhadap seni yang dilihat-nya dan dianggap bagus.
Hasil gambar untuk keindahan seni 
–       keindahan alam
Rasa ketertarikan orang terhadap alam yang indah, terkadang orang yang mencari ketenangan untuk melihat pemandangan supaya ia mengerti akan keindahan alam.
Hasil gambar untuk ilustrasi keindahan alam 
–       keindahan moral
–       keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna.
2. Hubungan manusia dan keindahan
Manusia dan keindahan tidak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan.
Manusia yang dapat menikmati keindahan biasanya memilik pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan ini bersifat visual(terlihat) atau terdengar.
Manusia yang dapat menjaga kebudayaan-nya merupakan orang yang memiliki nilai keindahan yang tinggi.
Terkadang manusia yang memiliki rasa keindahan terhadap sesuatu, bisa berujung rasa cinta.

Kesimpulan:
Kebudayaan tidak pernah luput dari keindahan. Dan keindahan itu tergantung dengan cara orang melihat atau mendengar-nya. terkadang manusia yang beranggapan bahwa lawan jenis-nya indah dapat menimbulkan rasa cinta. Tetapi rasa cinta ini bisa timbul ketika orang merasa bahagia terhadap keindahan yang lain seperti: terhadap keindahan alam.
Sumber:
http://thegreatarsitektur.blogspot.co.id/2015/04/manusia-dan-keindahan.html

Manusia dan penderitaan

1. Pengertian penderitaan
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir, batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
 Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan merupakan tolak-ukur untuk tingkatan manusia dihadapan Allah.
KEKALUTAN MENTAL
            Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial



Penyebab timbulnya penderitaan
 sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Allah.
Hubungan manusia dan penderitaan
Di dalam kehidupan manusia pasti ada rasa penderitaan, karena setiap kehidupan manusia tidak selalu di atas. Oleh karena itu, setiap manusia lulus dari penderitaan-nya manusia itu akan bertambah kuat, dan dapat belajar dari masa lalu-nya.

Kesimpulan:
Allah membuat penderitaan kepada manusia agar manusia semakin kuat dan semakin beriman.
Sumber:
https://debbychintyatari.wordpress.com/2013/05/12/hubungan-manusia-dan-penderitaan/

Manusia dan Cinta

Manusia dan Cinta

1. Pengertian cinta menurut kamus besar bahasa indonesia(KBBI), cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Hasil gambar untuk ilustrasi cinta
Pengertian tentang cinta dikemukakan  juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan.  Yang dimaksud dengan  keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah  keintiman  yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada  jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak,  ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling  menyimpan rahasia  dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.

Cinta terbagi menjadi 3 hubungan, yaitu:
 A. Cinta kepada tuhan
Cinta ini berhubungan dengan manusia dan tuhan. Ketika manusia mencintai tuhan, walaupun tuhan itu tidak berwujud. Maka manusia itu akan merasa bahagia bahwa ia mempercaya adanya tuhan. Dan balasan-nya adalah tuhan akan menyangi manusia tersebut.


Hasil gambar untuk ilustrasi cinta terhadap tuhan
B. Cinta kepada diri sendiri
Cinta ini sangat berhubungan dengan diri sendir, supaya orang yang mencintai diri sendiri akan lebih percaya terhadap dirinya daripada orang. Cinta ini berguna untuk membuat manusia lebih percaya diri, berani, selalu menjaga diri, dll.
Hasil gambar untuk ilustrasi cinta terhadap diri sendiri 
C. Cinta kepada sesama makhluk tuhan
Jenis cinta ini sangat penting agar mengingatkan manusia bahwa di dunia ini kita tidak sendiri, karena cinta berhubungan langsung dengan interaksi sosial dan berwujud nyata.


2. Hubungan manusia dan cinta
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, dan dalam setiap kehidupan manusia ada rasa cinta, entah cinta terhadap diri sendiri, orang lain, alam dan lain-lain.
Hubungan manusia dan cinta sangat erat,  karena tanpa ada rasa cinta, kehidupan manusia akan hampa(kosong).


Kesimpulan:
Cinta merupakan sifat alami manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena cinta merupakan kebutuhan batin setiap manusia. Walaupun manusia merasa diri-nya tidak mencintai/dicintai, tetapi sifat manusia pasti menginginkan dicintai/mencintai. jika ada manusia yang tidak mempunyai cinta berarti manusia tersebut tidak memiliki perasaan.

Sumber:
https://debbychintyatari.wordpress.com/2013/05/12/hubungan-manusia-dan-cinta-kasih/

Rabu, 16 Maret 2016

Tugas IBD budaya dan sastra

Budaya dan sastra

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.


Hasil gambar untuk hubungan masyarakat, penduduk dan budaya 


 Sastra adalah wujud dalam masyarakat melalui bentuk tulisan dan bentuk lisan yang memiliki keindahan.Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran".

Menurut saya sendiri untuk sastra tulisan bukan berarti hanya tulisan, sastra tulisan bisa berupa sastra karya pemandangan.
Hasil gambar untuk ilustrasi karya sastra pemandangan 
ilustrasi karya sastra pemandangan

Hasil gambar untuk ilustrasi karya sastra puisi 
ilustrasi sastra puisi

Bentuk-bentuk kesusastraan.
Kesusasteraan dapat dilahirkan dalam berbagai bentuk bahasa. Dan secara kasarnya ia boleh dikategorikan kepada dua kategori yang besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni:·         Prosa : merujuk kepada hasil kesusteraan yang ditulis dalam ayat-ayat biasa, yakni dengan menggunakan tatabahasa mudah. Biasanya ayat-ayat dalam kesusasteraan akan disusun dalam bentuk karangan. Prosa adalah satu bentuk kesusasteraan yang lebih mudah difahami berbanding dengan puisi. Contoh bagi kesusasteraan prosa ialah: cerpen, novel,skrip drama,essei dansebagainya.·         Puisi : merujuk kepada hasil kesusasteraan yang ditulis dengan "tidak menuruti tatabahasa". Ia sebenarnya tidak terdiri daripada ayat-ayat yang lengkap, melainkan terdiri daripada frasa-frasa yang disusun dalam bentuk baris-barisan. Pada lazimnya, puisi merupakan bahasa yang berirama dan apabila dibaca pembaca akan berasa rentaknya. Contoh bagi kesuasteraan puisi termasuklah: Sajak, Syair, Pantun, Gurindam, Lirik, Seloka, Mantera dan sebagainya. Ilmu Budaya dalam Kesusteraan merupakan perpaduan unsur seni kebudayaan dengan kehidupan manusia, dimana dalam proses kehidupannya manusia sering kali melakukan sesuatu.
 Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.


Hasil gambar untuk hubungan masyarakat, penduduk dan budaya
 
Hasil gambar untuk gambar dua panah atas dan bawah

Hasil gambar untuk ilustrasi karya sastra puisiHasil gambar untuk ilustrasi karya sastra pemandangan
ilustrasi hubungan budaya dan sastra

Kesimpulan: budaya tidak pernah luput dari sastra karena keduanya mengandung keindahan bagi setiap orang. Karena didalam budaya mengandung sastra.Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam bahasa. Sebaliknya, ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan cara berpikir manusia atau penutur bahasa. Masinambouw mengatakan bahwa bahasa (sastra) dan kebudayaan merupakan dua system yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah system yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka bahasa (sastra) adalah suatu system yang berfungsi sebagai sarana berlangsunganya suatu interaksi.

Sumber
Wikipedia.org
http://bloginnasyifazahrah.blogspot.co.id/2013/09/hubungan-sastra-dan-budaya.html